REPUBLIKA.CO.ID,PADANG–Gempa kuat diikuti gelombang tsunami menerjang Jepang Jumat (11/3) sudah diprediksi sebulan sebelumnya oleh para ahli dari beberapa universitas terkemuka di negara sakura itu.
Prediksi itu disampaikan ahli tersebut dalam Simposium Internasional “Urban Community Based Disaster Education” yang diselenggarakan 16-19 Februari 2011 digelar Asia-Pasific Cultural Center for UNESCO (ACCU) dan Kogakuin University Jepang di Shinjuku City, kata Direktur Eksekutif Komunitas Siaga Bencana (Kogami) Indonesia, Rina Patra Dewi kepada ANTARA di Padang, Rabu.
Patra Dewi hadir dalam simposium mewakili Indonesia didasarkan penilaian ACCU sebagai NGo yang berhasil membangun gerakan budaya siaga bencana tsunami di Kota Padang. Ia menyebutkan dalam simposium itu, para ahli dari beberapa universitas terkemuka di negara memaparkan peran pemerintah Jepang mengenai kesiapsiagaan negara itu menghadapi bencana gempa dan tsunami.
“Para ilmuwan Tokyo University, Kyoto University, Kogakuin University dan Kobe Kaguin University secara terang-terangan mengatakan kalau Jepang sedang menunggu gempa besar dengan kekuatan lebih dari 8,0 SR yang kemungkinan terjadi dalam waktu dekat,” katanya.
Ia menambahkan, para ilmuan itu memang tidak pernah bisa menyebutkan kapan tanggal gempa akan terjadi dan apakah akan memicu tsunami. Dalam kenyataannya gempa besar itu terjadi 11 Maret 2011 namun kekuatannya diatas yang diprediksi yakni lebih dari 9,0 SR, kata Patra.
Ia menjelaskan, berkaca dari kejadian di Jepang maka terlihat sama dengan keadaan Sumatera Barat yang saat ini juga menjadi tumpuan perhatian ahli-ahli dunia tertuju. Bahkan Tim-9 terdiri dari ahli gempa dan ahli tsunami bentukan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) juga telah beberapa kali datang ke daerah ini untuk meyakinkan pemerintah daerah tentang persoalan yang serius terkait prediksi rawan tsunami.
Para ahli dan tim-9 sudah menyampaikan ada persoalan serius yang harus segera ditangani di Sumbar, namun sampai sekarang belum terlihat langkah-langkah nyata untuk upaya kesiapsiagaan, seperti kurikulum siaga bencana sekolah.

Pengungsi Pidie Butuh Selimut dan Makanan

Dampak banjir bandang Aceh


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Kondisi hujan yang terus mengguyur kota Pidie, Aceh, menjadi kendala bagi sejumlah pengungsi banjir bandang di zona pengungsian. Peralatan dan bahan makanan yang masih terbatas menyulitkan kondisi mereka yang kini tidak lagi memliki harta benda.
General Meneger Program Dompet Dhuafa, Bambang Suherman, mengatakan bahwa pengungsi sangat membutuhkan uluran tangan dan bantaun dari masyarakat.
“Kami sendiri telah memberi bantuan berupa bahan makanan jadi maupun mentah. Bahan makanan mentah sengaja dikirim karena kami telah membuat dapur umum di sana,” kata Bambang kepada Republika. ”Dapur umum dibuat juga untuk mengisi aktifitas di pengungsian.”

Dia mengatakan bahwa bantuan masih terus diperlukan, terutama bantuan berupa makanan dan selimut. “Di Pidie masih hujan sehingga mereka membutuhkan selimut dan tambahan tenda,” tambahnya.
Tim dari Dompet Dhuafa sendiri terus mencoba menembus daerah yang masih terisolir. Dalam usahanya ini, Dompet Dhuafa dibantu oleh aparat TNI.

Penerjemah Sukarela Jepang Terjemahkan Petunjuk Praktis Gempa

REPUBLIKA.CO.ID,TOKY0–Petunjuk praktis mengenai keadaan darurat gempa dalam jaringan (online) telah diterjemahkan ke dalam 31 bahasa oleh sukarelawan Jepang demi menolong warga non-Jepang yang tinggal di Jepang pada Rabu.
Petunjuk praktis itu berjudul “Gempa Jepang: Bagaimana untuk Melindungi Diri Anda” berisi saran-saran praktis seperti “pindah ke tempat yang lebih tinggi bila Anda berada di dekat laut” dan bagaimana menggunakan layanan pesan darurat serta barang-barang apa yang harus disimpan sebagai persiapan untuk gempa.
Bahasa-bahasa yang diterjemahkan termasuk bagi kelompok-kelompok kecil di Jepang seperti Myanmar dan Latvia dan juga Jerman, Prancis, China serta Korea. Penerjemah sukarela tersebut berkumpul sebagai respon atas permintaan yang dibuat dalam situs jejaring sosial Twitter oleh pelajar dari Tokyo University of Foreign Studies kata mereka. Terjemahan tersebut dapat dilihat di http://nip0.wordpress.com/

Gempa-Tsunami Disarankan Masuk Kurikulum Pendidikan

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO – Pengetahuan mengenai gempa dan tsunami dinilai perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di wilayah Gorontalo, kata pakar geologi dan fisika bumi dari Universitas Negeri Gorontalo, Raghel Yunginger, Rabu (16/3). Menurut dia, fenomena alam yang dianggap menakutkan ini, perlu diintegrasikan pada kurikulum pendidikan di sekolah, mulai tingkat dasar, SMP, SMA, sampai dengan perguruan tinggi.
“Gempa dan tsunami jangan menjadi barang asing bagi warga Gorontalo, tetapi merupakan teman hidup yang mudah dicarikan solusinya dalam meminimalisir bencana alam,” ujar pengajar geofisika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNG ini.
Gorontalo, menurutnya merupakan wilayah yang rawan dengan gempa bumi disertai tsunami, karena letaknya yang berada pada jalur patahan aktif. Provinsi yang baru sepuluh tahun berdiri ini, berada diantara patahan besar Palu-Koro dan Matano di sisi barat dan selatan, palung Sangihe di sisi timur serta patahan Gorontalo di bagian tengah, jalur-jalur aktif ini membelah kota Gorontalo dan Danau Limboto.
Pemerintah daerah, juga diimbau segera melakukan pemetaan daerah-daerah yang tepat berada di atas jalur patahan. “Selain itu, program adaptasi dan mitigasi merupakan solusi dan strategi yang harus segera dikembangkan,” katanya.
Dia menambahkan, pengetahuan dan pemahaman tentang geomorfologi Gorontalo, sebaiknya dijadikan pertimbangan dalam penataan ruang agar tidak semrawut.

Pemimpin Libya, Muammad Khadafi

VIVAnews – Rapper Nas berisiko memicu kontroversi politik setelah mengemukakan simpatinya untuk pemimpin Libya Muammar Khadafi. Ia mengatakan bahwa Khadafi telah ‘disalahpahami.’ Seperti diketahui, Khadafi menjadi sosok yang dibenci banyak orang di seluruh dunia setelah ia menolak untuk mundur dari kursi kekuasaan di tengah pergolakan dan demonstrasi berdarah yang terjadi di negaranya.
Rakyat Libya turun ke jalan-jalan dan menuntut Khadafi untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi Khadafi menolak untuk mundur, dan malah membantai rakyatnya sendiri. Para pemimpin dunia pun menjatuhkan sanksi kepada Libya, dengan harapan agar Khadafi mendengar suara rakyatnya.
Nas setuju bahwa rakyat Libya membutuhkan sebuah revolusi. Tapi menurut rapper kelahiran Brooklyn itu, mereka harus bekerja sama dengan Khadafi untuk menjamin masa depan yang penuh kedamaian di negeri itu. Melancarkan suatu perang melawan Khadafi, ungkap Nas, adalah cara yang tidak tepat.
“Saya tidak pernah melihat Khadafi sebagai seorang musuh yang ingin membahayakan rakyatnya sendiri tanpa alasan. Saya lebih melihatnya sebagai orang yang disalahpahami,” kata bintang hip-hop yang pernah bermusuhan dengan Jay-Z itu.
“Saya pikir revolusi di Libya memang penting. Saya hanya benci melihat orang-orang berhadapan dengan Khadafi. Saya tidak suka melihat kekerasan apapun antara dia dan rakyatnya,” imbuh Nas. Ia berpendapat, pemerintah AS harus melibatkan diri dalam mengakhiri demonstrasi di Libya. “Saya rasa mereka (pemerintah AS) dapat melakukan intervensi, sehingga kedamaian dapat tercapai,” ujarnya.
Sementara Nas sedikit membela Khadafi, artis-artis papan atas lain seperti Beyonce Knowles, 50 Cent, dan Usher justru merasa malu dan menyesal karena pernah tampil menyanyi untuk keluarga Khadafi. Mereka menyerahkan bayaran yang mereka terima dari keluarga Khadafi untuk kegiatan kemanusiaan. (pet)

Metrotvnews.com, Kairo: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menggelar pembicaraan dengan Perdana Menteri Mesir Essam Sharaf, Rabu (16/3), mengenai hubungan bilateral dan situasi regional.

Menurut laporan MENA, Hillary dan Sharaf sepakat meningkatkan kerjasama di berbagai bidang. Mesir juga telah menyetujui bantuan AS untuk Mesir senilai US$90 juta.

Sebelum memulai dialog, Hillary sempat mengunjungi alun-alun Tahrir, Kairo, pusat aksi protes antipemerintah selama 18 hari yang memaksa Presiden Husni Mubarak lengser, 11 Februari lalu.

Istri mantan Presiden Bill Clinton itu juga bertemu Tantawi, Panglima Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir, yang menerima limpahan kekuasaan pascamundurnya Mubarak. (Ant/**)

Silvio Berlusconi


REPUBLIKA.CO.ID, ROMA – Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengatakan kepada koran oposisi bahwa dirinya terlalu tua untuk melakukan hubungan sex. Hal itu disampaikan pemilik klub sepak bola AC Milan ini terkait upaya yang dilakukan Kejaksaan Agung Italia yang tengah menyelidiki kasus skandal seksnya.
Pria 74 tahun ini menjalani persidangan di Milan atas dugaan skandal seksual, yang dimana dirinya dituduh membayar perempuan Maroko di bawah umur untuk melakukan seks dan melakukan pengaruhnya (kekuasannya) untuk melindungi kasusnya itu. Dalam dokumen pengadilan disebutkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menetapkan 33 perempuan sebagai saksi, termasuk perempuan asal Maroko, yang berada dalam pesta di Villa Berlusconi.
Perdana Menteri mengatakan kepada La Republica — koran kiri yang sempat melaporkan pengunduran diri Berlusconi setelah skandal seksnya mencuat– bahwa “meskipun aku anak nakal sedikit… 33 perempuan dalam dua bulan tampaknya terlalu banyak bahkan untuk pria yang berumur 30 tahun.”
Dia ingin berpartisipasi dalam semua sidang di pengadilan, yang terbuka pada 6 April mendatang. Sebelumnya,
Kejaksaan Agung Italia memastikan akan mengusut tuntas kKasus skandal seks yang melibatkan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi. Para jaksa di Italia bahkan sudah memulai penyelidikanya dengan mengungkap pemalsuan akte kelahiran seorang remaja putri.
Remaja putri tersebut, merupakan salah satu tokoh kunci dalam kasus skandal seks di bawah umur, yang melibatkan pemilik klub Sepak Bola AC Milan ini. Beberapa sumber di kantor kejaksaan melaporkan, pemeriksaan kini masih dipusatkan pada beberapa orang yang dituduh mencoba menyogok pejabat Maroko.
Penyogokan itu untuk mengubah akte kelahiran sang remaja putri, Karima el Mahroug. Gadis tersebut lebih dikenal dengan nama artisnya, Ruby. Pada tahun lalu, Berlusconi dituduh, membayar Karima el Mahroug untuk berhubungan seksual dengannya. Ketika itu, gadis ini masih berusia di bawah delapan belas tahun.
Selanjutnya, sang perdana menteri juga dituduh menyalah-gunakan kekuasaan, ketika ia mencoba memcampuri urusan polisi, yang berusaha membongkar kasus tersebut.


VIVAnews – Aktor sekaligus politisi Adjie Massaid telah berpulang pada Sabtu, 5 Pebruari 2011, tepat 40 hari yang lalu. Selama kurun waktu tersebut, Angelina Sondakh masih belum kuasa menghapus rasa kehilangan suaminya itu.

Air mata terus mengalir membasahi wajah wanita cantik ini, setiap kali ia membicarakan kenangan bersama suaminya itu. Didampingi oleh anak-anak, keluarga dan kerabatnya, Angie mengadakan doa dan tahlil untuk kebahagiaan Adjie di alam sana. Dengan khusyuk, ia mengikuti acara tersebut.

Ia berusaha ikhlas, namun hatinya tetap tak kuasa berbohong. Dengan suara parau, berat dan diiringi air mata, puteri Indonesia 2001 ini mengungkapkan kerinduan pada sosok suami yang dia cintai itu. Bagaimanapun, Angie berharap Adjie kembali ke rumah.

“Saya masih ciumi baju Mas Adjie ketika mau tidur. Saya masih mengharap Mas Adjie pulang. Kadang-kadang kalau sudah malam suka lihat jam, kok ya enggak pulang-pulang,” kata Angie saat ditemui di kediamannya, Jalan Taman Cilandak II Blok E nomor 14, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Sampai sekarang, Angie seolah merasa, pria yang menikahinya pada 29 April 2009 itu masih ada di dekatnya. Bahkan, kebiasaan berbelanja barang-barang kebutuhan Adjie masih ia lakukan.

“Beberapa hari saya masih terus beli keperluan Mas Adjie, tapi pembantu bilang, ‘Bu, kayaknya stoknya masih banyak di belakang’,” ujarnya lagi.

Ibu dari Keanu Jabaar Massaid – buah hatinya bersama Adjie – ini sepenuhnya sadar, kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk pada anak-anaknya. Karena itu, dia harus berhenti melakukan kegiatan-kegiatan itu.

“Zahwa sama Aaliya sudah tegar, kalau Keanu sempat sakit, masih pengen main sama Mas Adjie. Dan kadang-kadang masih suka kangen kalau lihat Keanu panggil Papa, maunya Mas Adjie masih ada beneran,” katanya dengan terisak-isak. (sj)

40 Hari Adjie Massaid, Angie Menangis

Adjie Massaid

JAKARTA – Tak terasa, 40 hari sudah Adjie Massaid meninggal dunia. Air mata sang istri Angelina Sondakh terlihat masih mengucur.
Air mata perempuan yang akrab disapa Angie itu tumpah pada saat pengajian memperingati 40 hari wafatnya mendiang Adjie.
Sejak sore kediaman Adjie di Taman Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (16/3/2011), sudah dipenuhi tamu seperti Amien Rais, Wanda Hamidah dan lainnya. Doa dipanjatkan kerabat dan orang untuk mendiang anggota DPR Fraksi Partai Demokrat itu.
“Saya memang ingin menggelar acara 40 harian mas Adjie. Alhamdulillah, walaupun tidak mudah,” tutur Angie.
Pasca-kematian bintang film Cinta Dalam Sepotong Roti itu, Angie mengaku masih dilanda kesedihan. Walau begitu, Angie bersyukur mendapat dukungan dari teman-temannya.
“Kalau lihat anak-anak, apalagi Keanu, rasanya belum stabil juga. Saya masih melakukan ziarah ke makam mas Adjie. Dukungan teman-teman dan sahabat, sama keluarga itu berarti banget. Apalagi dukungan spiritual,” tututnya sambil mengusap air mata.
Adjie Massaid meninggal dunia pada Sabtu, 5 Februari 2011, usai bermain sepak bola. Mantan suami Reza Artamevia itu menghembuskan napas terakhir di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, karena sindrom jantung koroner akut.

40 Hari Adjie Massaid, Angie Undang Sebanyak-Banyaknya

Angelina Sondakh dan anaknya

16 Maret 2011 mendatang bakal diadakan tahlilan 40 hari kepergian aktor yang juga anggota DPR RI, Adjie Massaid. Dan untuk acara kali ini, sang istri Angelina Sondakh bersama ketiga anak mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya. Undangan untuk kegiatan kali ini pun disebar sebanyak-banyaknya.
“Nanti tanggal 16 Maret 2011 kita mengundang sebanyak mungkin orang untuk mendoakan Mas Adjie,” tutur Angie saat ditemui di acara peresmian program Mobile Education dan Conservation Unit di Showroom Ford, Jl. KH. Hasyim Ashari, Jakarta Pusat, Jumat (11/3).
Angie yang terlihat lebih tegar dari sebelumnya, mengaku sudah lebih ikhlas melepas kepergian sang suami menghadap Yang Maha Kuasa. Ia pun yakin saat ini Adjie sudah mendapat tempat yang lebih baik.
“Mas Adjie perjalanannya juga bagus. Saya yakin Mas Adjie sekarang mendapat tempat yang lebih baik, daripada kita di dunia ini lebih banyak ujiannya. Mas Adjie saya yakin diberi Allah tempat yang paling baik, sudah tidak ada lagi penderitaan,” katanya, “Kalau di dunia kan masih harus kerja, berpikir, tapi Mas Adjie saya yakin sudah baik di sana.”
Sebagai pejabat pemerintahan yang menduduki kursi DPR, sosok ibu yang saat ini mengasuh tiga anak almarhum Adjie ini merasa harus tetap profesional. Ia sudah mulai sibuk dalam berbagai kegiatan sesuai pekerjaannya.
“Kemarin di DPR sudah mulai banyak kegiatan. Ada beberapa Undang-Undang yang saya harus terlibat, jadi konsentrasinya ke pekerjaan,” pungkasnya. (kpl/hen/boo)

Danau Dua Rasa

Posted: 17/03/2011 in 17-03-2011

Jauh di pedalaman Kalimantan Timur sana, terbentanglah Danau Labuan Cermin. Danau bening ini istimewa karena memiliki laut di dasarnya. Laut di dasar danau? Benar, danau ini memiliki aliran air asin yang hanya ada di bagian bawah danau.

Yahoo!/Famega Syavira

Labuan Cermin terletak di Kecamatan Biduk-biduk, Kalimantan Timur. Jika dilihat di peta, letaknya tepat di punggung hidung Kalimantan. Tempat ini bisa ditempuh dalam tiga jam perjalanan laut dari Derawan.

Bagian atas Danau Labuan Cermin berisi air tawar seperti danau pada umumnya. Namun beberapa meter di bawahnya terdapat aliran air asin. Anehnya, kedua jenis air ini tidak tercampur. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa air laut dan air tawar dipisahkan oleh lapisan serupa awan.

Belum ada yang melakukan penelitian di daerah ini sehingga terbentuknya fenomena ini masih menjadi misteri.

Lapisan keruh berwarna putih itu diduga hasil pembusukan organisme dasar labuhan yang terperangkap dan tak bisa pergi. Dua jenis air di danau ini juga menghadirkan organisme dari dua dunia. Ikan air tawar hidup di permukaan, sedangkan ikan air laut bisa ditemukan di dasar danau.

The Nature Conservancy/Rudyantoi


Saat saya kesana, kebetulan lapisan air tawar sedang tipis. Awak kapal menyelam dan sempat mencicipi air asin di kedalaman sekitar dua meter. Rupanya ketebalan lapisan air tawar dan air asin bisa berubah sesuai dengan pasang-surut air laut.

Danau mungil ini dikelilingi hutan dan ada tebing menjulang tinggi di salah satu sisinya. Sambil berenang kami disuguhi musik hutan — suara burung dan serangga. Tak mengherankan jika danau ini diberi nama Labuan Cermin: airnya jernih sekali sampai orang bisa bercermin di atasnya. Arus di beberapa tempat cukup kuat dan mudah menyeret orang yang tak bisa berenang.

The Nature Conservancy/Rudyanto

Untuk menuju tempat ini kami harus menumpang sampan nelayan dan melewati perjalanan selama 15 menit, menembus semak bakau dan hutan. Hutan itu masih dihuni aneka binatang liar seperti monyet, bekantan, berang-berang dan beruang madu.

Karena jaraknya cukup jauh dari kota, jarang atau hampir tidak ada turis yang berkunjung ke sini. Tempat ini hanya dikenal oleh orang-orang lokal dari sekitar daerah itu. Fasilitas dan prasarana pun masih seadanya. Tempat kami menginap adalah sebuah Pusat Informasi Nelayan (PIN) binaan The Nature Conservancy, lembaga pegiat pelestarian lingkungan yang mengundang saya mengunjungi tempat ini.

PIN berbentuk rumah panggung di tepi muara sebuah sungai, hanya beberapa ratus meter dari laut. Rumah itu punya semacam dermaga kecil tempat menambatkan perahu. Sungai di depan PIN berair payau. Kadar keasinannya tergantung pada pasang-surut air laut. Ketika laut surut, sungai berubah menjadi sangat jernih sehingga dasarnya dapat dilihat dengan jelas.

The Nature Conservancy/Rudyanto

Dari beranda kita bisa melihat ikan berseliweran. Ardi, anak nelayan yang suka bermain di PIN menjelaskan pada kami jenis-jenis ikan itu. Ada ikan yang banyak durinya, ada ikan yang menyengat dan ikan yang bertubuh pipih panjang. Tak hanya dikunjungi oleh para nelayan, PIN juga menjadi tempat berkumpul anak-anak nelayan yang hendak menonton film tentang kehidupan laut atau membaca koleksi perpustakaan.

Hari mulai gelap saat beberapa nelayan berangkat melaut. Adapun kami menghabiskan malam dengan minum kopi di beranda dan menatap air sungai dan bulan nyaris purnama. Suasana damai yang tak bisa ditemui di kota.

Kerajaan Manta di Kepulauan Derawan

Oleh Famega Syavira

Pari manta adalah spesies ikan pari berukuran paling besar di dunia. Jenis paling besar bisa tumbuh hingga mencapai 7 meter dengan berat lebih dari 2 ton. Saya mengunjungi salah satu kerajaan manta di Indonesia yang terletak di perairan sekitar Pulau Sangalaki, Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur.

Foto: Yahoo!/Famega Syavira

Ikan dengan nama latin Manta birostris ini akan menampakkan diri saat air pasang. Air pasang membawa serta plankton yang merupakan makanan kesukaannya. Tandanya, air laut yang semula biru jernih mulai berwarna keruh akibat plankton.

Pulau Sangalaki bisa dicapai dalam satu jam perjalanan dengan kapal motor dari Pulau Derawan. Tak lama setelah tiba, kami melihat manta mulai berdatangan dan berenang tepat di bawah permukaan air. Kami mencebur ke laut, beberapa puluh meter dari manta. Speedboat tak boleh terlalu dekat karena bisa menakuti binatang jinak itu.

Saya lalu berenang sekuat tenaga untuk mencapai manta. Bukan berenang sebenarnya, karena saya sama sekali tak bisa dan tak tahu teknik berenang. Tepatnya, berusaha menggerakan badan untuk maju. Beruntung, manta berenang langsung ke arah saya.

Sosoknya yang hitam dan menyeramkan membuat saya terdiam sementara dia terus menuju pada saya. Wujudnya sangat besar dengan mulut lebar mengingatkan saya pada pari berekor tajam yang bisa membunuh manusia. Padahal, manta yang ini tak berbahaya.

Sesaat sebelum kami bertabrakan, manta meliukkan tubuhnya ke dasar. Gerakannya anggun sekali seperti penari. Dia lalu meliuk lagi kembali ke arah kedatangannya. Manta berenang cepat dan saya hanya terpaku menatap kepergian si manta hitam anggun.

Photo credits - ThinkStock

Tak hanya satu manta yang muncul, ada beberapa yang berenang di sekitar. Binatang ini juga dikenal suka melompat ke permukaan air. Jika beruntung, manta bisa muncul bergerombol dalam jumlah banyak. Tempat ini juga merupakan titik kesukaan para penyelam karena keindahannya. Sayang, saya tak bisa menyelam.

Manta hanya satu dari ratusan ikan yang hidup di perairan ini. Setidaknya ada 872 macam ikan karang yang menghuni daerah ini dengan enam macam spesies lumba-lumba dan tiga jenis paus.

Saya mengunjungi Derawan atas undangan dari The Nature Conservancy, lembaga nirlaba yang bekerja untuk menjaga kelestarian ekosistem laut kepulauan ini. Saat ini Kawasan Konservasi Perairan Berau menghadapi banyak ancaman, seperti perusakan terumbu karang, penangkapan penyu secara ilegal dan penangkapan ikan tak ramah lingkungan dengan racun dan bom.

Foto: Yahoo!/Famega Syavira

Padahal, kepulauan Derawan adalah daerah dengan terumbu karang terkaya kedua di dunia. Luas terumbu karangnya tak kurang dari 66 ribu hektar. Keanekaragaman terumbu karang di daerah ini berjumlah lebih dari 507 spesies, hanya dapat dikalahkan oleh keragaman di Kepulauan Raja Ampat, Papua.

Kepulauan ini juga menjadi pusat bertelur penyu hijau alias Chelonia mydas. Hampir setiap malam ada penyu hijau yang bertelur di sudut gelap pantai. Ada pula penyu sisik atau Eretmochelys imbricata yang sangat langka.

Danau Purba Kakaban

Setelah puas bermain bersama manta, kami melanjutkan perjalanan ke perairan sekitar Pulau Kakaban. Pulau ini istimewa karena ditengahnya ada danau purba berisi air asin. Danau itu semula adalah laguna yang berubah wujud akibat proses pengangkatan daratan berjuta tahun lalu. Air laut beserta seluruh isinya terperangkap di tengah membentuk ekosistem unik.

Foto: Yahoo!/Famega Syavira

Kakaban dihuni empat macam ubur-ubur yang telah kehilangan daya sengat. Ubur-ubur tak menyengat ini hanya ada di dua tempat di dunia. Selain Kakaban mereka bisa ditemukan di Republik Palau, salah satu negara di Kepulauan Pasifik.

Ubur-ubur memenuhi danau seperti cendol. Aurelia aurita berbentuk seperti piring lebar bening. Cassiopeia ornata berenang terbalik dengan tentakel di atas. Martigias papua berwarna coklat dengan jumlah paling banyak. Kami berlomba mencari Tripedalia cystophora, ubur-ubur seujung kuku yang paling jarang ditemukan.

Danau itu punya sistemnya sendiri untuk menyeimbangkan populasi Di dasar danau ada anemon pemangsa ubur-ubur. Ukurannya sebesar jari, berwarna putih transparan dengan sulur. Coba saja dekatkan ubur-ubur ke sulur, dia menyantap ubur-ubur itu dengan mengisapnya.

Untuk menuju ke danau kami harus melalui dermaga kayu menuju hutan lebat. Tangga bersambung masuk dalam hutan, menaiki bukit. Danau ada di balik bukit kecil itu. Setelah berjalan beberapa ratus meter, upaya naik ke atas bukit terbayar sudah. Langit dan laut begitu biru. Udara segar bertiup dari pulau yang hijau.

Foto: Yahoo!/Famega Syavira

Kami langsung mencebur, lengkap dengan snorkel dan fin. Ubur-ubur banyak sekali dan mudah ditangkap. Rasanya seperti memegang jelly. Di tempat lain dengan ubur-ubur sebanyak ini, tak bakal ada orang yang berani berenang karena akan tersengat.

Hanya ada kami berlima dan pulau. Hanya terdengar bunyi tonggeret dan desir angin yang membuat kecipak kecil di permukaan danau. Suasana hening ini menambah kemisteriusan danau yang masih menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap.

Panduan Singkat Bertualang ke Pulau Sumba

Berikut panduan singkat untuk bertualang di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Menuju Sumba

Pulau Sumba dapat dicapai melalui udara lewat dua bandaranya. Bandar udara Tambolaka di Sumba Barat dan Bandar Udara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur.

Penerbangan dilayani setiap hari oleh Merpati, Batavia dan Transnusa. Dari Jakarta pesawat akan transit di Denpasar, Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau ini. Penerbangan oleh Merpati bertujuan akhir ke Kupang, dengan jalur Denpasar-Tambolaka-Waingapu-Kupang dan sebaliknya. Perjalanan udara dari Tambolaka ke Waingapu memakan waktu kurang dari 10 menit, saat yang tepat untuk mengamati Sumba dari udara.

Pulau ini juga bisa dicapai melalui laut dari pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Transportasi

Jangan lupa membawa peta pulau maupun peta kota untuk memperkirakan jarak dan lokasi. Peta dapat diunduh dari beberapa situs panduan perjalanan.

Kondisi jalan utama yang menghubungkan kota-kota utama di Sumba sudah relatif baik. Jalan-jalan yang lebih kecil masih banyak mengalami kerusakan, berlubang dan berlumpur saat hujan. Ada beberapa jembatan yang masih dalam perbaikan sehingga pengendara kendaraan bermotor harus menyeberangi sungai.

Transportasi umum tersedia pada jalur-jalur utama. Angkutan antar kota menggunakan mobil elf, biasanya sangat penuh sampai penumpang bergelantungan di pintu dan atap mobil. Jalur menuju daerah yang lebih terpencil dilayani oleh beberapa truk dengan jadwal tak menentu.

Dua kota besarnya, Waingapu dan Waikabubak dapat dicapai dengan travel seharga Rp 50 ribu dengan waktu tempuh 5 jam. Travel akan menjemput dan mengantar penumpang ke tempat tujuan.

Pengelola hotel biasanya bisa membantu mencari motor maupun mobil yang disewakan. Tarif penyewaan motor lengkap dengan pemandu Rp 200 ribu. Adapun tarif sewa mobil mulai Rp 400 ribu.

Kuliner dan suvenir

Hampir tidak ada makanan khas yang dijual di Sumba. Ditambah lagi, jarang sekali ada warung yang menjual makanan. Tempat makan hanya ada di pusat kota. Meski sebagian besar penduduk beragama Kristen, makanan halal dapat diperoleh dengan mudah. Jika ingin pergi jauh seharian ke daerah terpencil, sangat disarankan untuk membawa bekal dari kota.

Oleh-oleh khas Sumba adalah ikat tenun. Beberapa kampung adat juga merupakan penghasil ikat tenun terbaik. Sempatkan melihat proses tenun dan pewarnaan dengan menggunakan bahan alami yang didapat dari alam. Motif tenunan berbeda di masing-masing daerah. Sumba barat punya tenunan bermotif lebih sederhana dari Sumba Timur.

Menginap

Ada beberapa pilihan menginap murah seharga Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu, terutama di ibukota kabupaten. Biasanya hotel juga menyediakan transportasi dari dan menuju bandara. Ada pula pilihan untuk menginap di resort berbintang seperti Nihiwatu di Sumba Barat.

Pilihan waktu terbaik

Pejalan yang berkunjung pada musim hujan akan bertemu Sumba yang hijau, basah dan bersyukur atas hujan. Padang sabana terbentang seperti karpet hijau sejauh mata memandang.

Mengunjungi Sumba pada musim hujan artinya harus siap menembus jalan yang berubah menjadi kolam berlumpur. Pada umumnya kondisi jalan utama Sumba sudah cukup bagus. Namun untuk menuju pantai maupun kampung adat di pedalaman, perjalanan harus melewati jalan tanah yang akan becek ketika hujan turun.

Tak demikian keadaannya pada musim kemarau. Saat itu padang hijau akan diganti warna cokelat karena rumput kekeringan. Sumba memang masyhur dengan cuacanya yang panas dan kering. Taufik Ismail dalam puisinya yang berjudul Beri Aku Sumba menceritakan Sumba sebagai “cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari.”

Saat musim panas, transportasi menuju tempat terpencil lebih mudah. Langit nampak biru dengan malam penuh bintang sehingga memungkinkan petualangan di alam bebas seperti hiking atau berkemah.

Upacara adat

Selain memperhitungkan cuaca, waktu terbaik untuk melakukan perjalanan di pulau ini adalah saat digelarnya upacara adat. Upacara yang sayang untuk dilewatkan adalah Pasola, “perang” dua pasukan berkuda dengan cara melempar lembing dari atas kuda.

Upacara adat Pasola digelar empat kali setahun di empat tempat berbeda, biasanya pada Februari dan Maret. Hanya pemuka adat yang bisa menentukan kapan tanggal pasti Pasola digelar, karena upacara ini harus dilakukan bertepatan dengan munculnya cacing Nyale dari laut.

Upacara dimulai sejak dini hari dengan kegiatan mencari nyale di pantai. Sesudahnya barulah para rato bersiap di atas kuda, tanpa pelana. Pasola merupakan kegiatan yang berisiko tinggi karena melibatkan . Peserta Pasola tak takut darah yang tumpah. Luka dianggap biasa dan kematian tak menyisakan dendam.

Adapun pada bulan Oktober atau November terdapat upacara penutupan Wula Podu di Waikabubak, Sumba Barat. Wula podu adalah bulan larangan yang berlaku di Kampung Tarung, Prai Klembung dan Waitabar. Pada bulan larangan para penghuni kampung banyak dilarang melakukan berbagai kegiatan – bahkan tak boleh menangisi keluarga yang meninggal. Pada akhir Wula Podu penduduk mengadakan pesta adat yang sangat meriah dengan korban binatang dan tari-tarian.

Upacara pemakaman juga menjadi atraksi menarik bagi para turis. Pemeluk kepercayaan Marapu percaya bahwa orang mati membutuhkan bekal untuk pergi ke alamnya. Jenazah akan dibungkus dengan berlapis-lapis kain tenun, diiringi dengan penyembelihan korban hewan dalam jumlah banyak. Puluhan kerbau, puluhan babi dan ratusan ayam dipercaya bisa menjadi bekal almarhum menjadi roh penghuni Marapu.

Semua upacara ini tidak diadakan secara teratur menurut kalender masehi. Untuk mengetahui kapan upacara-upacara ini diadakan, sebaiknya hubungi biro perjalanan maupun hotel sebelum merencanakan perjalanan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Bank Dunia merilis, sebanyak tujuh juta penduduk Indonesia masuk menjadi kelompok berpenghasilan menengah bawah setiap tahun sejak 2003.
Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle mengatakan hal itu sembari merujuk kepada bagian masyarakt dengan pengeluaran yang berkisar 2-20 dolar AS atau setara Rp 17.600-Rp 176.000 per hari per kapita. Dia memperkirakan, di masa depan kelas ini akan lebih banyak mengonsumsi dan mau membayar lebih tinggi untuk pelayanan yang prima.
“Melihat ke depan, bertambah besarnya kelas menengah Indonesia akan mengakibatkan perubahan yang mendalam,” kata Koeberle dalam paparan kepada wartawan, Rabu (16/3). Karena itu, dia berpendapat Pemerintah harus mampu menyusun kebijakan jangka menengah yang mampu memenuhi permintaan-permintaan tersebut.
Selama 10 tahun terakhir, kata Koeberle, jumlah kelas menengah di Indonesia tumbuh pesat. Hal ini tak lepas dari kebijakan Pemerintah yang mendukung pertumbuhan inklusif yang bertujuan memangkas ketimpangan antar kelas. Namun, kebijakan ini terancam oleh tingginya harga komoditas seperti minyak mentah dan bahan pangan.
Bank Dunia mencatat, harga komoditas dunia terus meningkat. Banyak di antaranya yang telah sebanding atau lebih tinggi dari nilai tertingginya pada 2008. Contohnya, harga energi saat ini 28 persen lebih tinggi year on year sampai Februari lalu. Sementara, komoditas pangan naik 17 persen dibandingkan harga tertinggi pada 2008.
Koeberle mengatakan, peningkatan harga minyak akan menjadikan biaya subsidi menjadi lebih tinggi yang hanya menguntungkan masyarakat yang lebih mampu, termasuk kelas menengah tadi. Dia menyambut baik rencana Pemerintah memperbaiki target subsidi ini. “Hal ini akan memberikan ruang untuk membiayai bantuan sosial untuk masyarakat miskin dan rentan,” ucapnya.

Inilah Rencana Tiga Fatwa Baru DSN
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dewan Syariah nasional (DSN) MUI akan mengeluarkan tiga fatwa baru. Tiga fatwa baru ini terkait pengelolaan dana tabarru di asuransi syariah, penggunaan sumber dana qard sebagai sarana untuk produk, dan aturan main saham syariah. Menurut anggota DSN MUI, Agustianto, untuk dana tabarru, DSN MUI akhirnya melegalkan pengembalian dana tabarru bagi nasabah yang putus kontrak asuransinya di tengah jalan.
Berikut ini rencana fatwa-fatwa DSN:
1. Pengelolaan Dana Tabarru di Asuransi Syariah;
- DSN melegalkan pengembalian dana tabarru bagi nasabah yang putus kontrak asuransinya di tengah jalan dan bisa dikembalikan.
- Bertujuan agar asuransi syariah semakin kompetitif.
- Bisa dilakukan secara konvensional.
2. Penggunaan Sumber Dana Qard Sebagai Sarana untuk Produk;
- Membolehkan dana pihak ketiga (DPK) digunakan untuk sumber dana qard sebagai sarana untuk produksi.
- Penyempurnaan Fatwa Nomor 19 DSN.
3. Aturan Main Saham Syariah;
- DSN bakal mensahkan fatwa mekanisme perdagangan efek atau semecam aturan main saham syariah dan jual beli saham di pasar modal.
- Bertujuan agar pasar modal tidak menjadi spekulatif dan tidak produktif.